Rabu, 01 Agustus 2012

Surat Untuk Anakku (nanti)


Anakku…
Ayah harap saat kau membaca surat ini dalam keadaan sehat dan bahagia. Ayah membuat surat ini tiada lain dan tiada bukan adalah untuk menyapamu dengan cara yang berbeda, juga untuk sharing dan bercerita tentang apa saja yang ayah ingin ceritakan. Semoga kau selalu dalam lindungan Allah SWT, selalu sayang keluarga, teman, buku, lingkungan, dan semua hal indah di dunia.

Anakku…
Hal pertama yang ingin ayah ceritakan adalah tentang diri ayah dan ibumu. Kau tahu, ayahmu ini adalah orang yang sangat biasa saja, ayahmu tidak punya apa-apa juga bukan siapa-siapa. Berbeda dengan ibumu yang hampir punya segalanya. Ibumu adalah wanita yang sangat baik dan sabar, beliau lebih sering memperhatikan ayah daripada dirinya sendiri. Malah ibumu itu lebih sering memperhatikan orang lain yang disayanginya dan tanpa memedulikan keadaan dirinya, padahal fisik ibumu tergolong lemah, sering sakit-sakitan tapi selalu saja menomorduakan dirinya. Semangat kerjanyapun luar biasa, beliau selalu ceria saat berangkat dan pulang mengajar, ya ibumu adalah seorang guru pre school. Mungkin karena beliau sangat menyukai anak-anak sehingga memutuskan terjun kedunia anak-anak yang penuh warna. Senyum dan perbuatan murid-muridnya seolah menjadi nutrisi untuk fisik dan jiwanya. Ayah selalu merasa malu dan tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan ibumu. Ayahmu ini cuma punya idealisme untuk dibanggakan, idealisme yang dibenci banyak orang.

Anakku…
Ayah pernah membaca satu teori bahwa tingkat kecerdasan seorang anak berasal dari gen ibu, karena itu ayah yakin kau akan menjadi orang yang cerdas seperti ibumu. Ayah juga yakin kau akan mempunyai rasa peduli sesama yang tinggi karena ayah dan terutama ibumu adalah orang yang memedulikan orang lain dan ayah harap kau akan berbuat lebih banyak untuk orang-orang di sekitarmu karena sebaik-baiknya orang adalah yang bisa bermanfaat untuk orang lain dan bisa membuat orang disekitarmu merasa nyaman dengan kehadiran dirimu.

Anakku…
 Kau harus tahu saat kau mengalami proses pencarian jati diri nanti akan ada banyak cobaan & godaan yang bisa menjerumuskanmu pada keadaan yang sangat tidak mengenakan atau keadaan yang membuatmu nyaman padahal sebenarnya tidak baik untukmu. Jangan sampai terjebak pada satu momen yang tidak baik untukmu, kau harus bisa keluar dan berpikir out of the box, “You’ve got to get yourself together you,ve got stuck in a moment and now you can’t get out of it”.  Dan kau harus tahu bahwa kesenangan tidak selalu berkorelasi positif dengan kebahagiaan. Jangan terlalu memikirkan masalah apalagi membuatmu putus asa karena itu merupakan bagian dari dinamika kehidupan seseorang dan karena ayah yakin kau akan menjadi orang yang kuat.  
Mungkin saat kau beranjak dewasa kita akan sering beradu argumen tentang satu hal atau tentang prinsip hidup dan ayah yakin kau juga ayah akan sangat menikmati saat-saat seperti itu. 

Anakku…
Kalau kau laki-laki akan kupanggil Pagi, jika kau wanita maka akan kupanggil kau Senja.

Anakku…
Ayah dan ibumu adalah penikmat musik indie jauh sebelum Radio Show hadir di tv. Ayah juga yakin kau akan mempunyai selera berbeda dari kebanyakan orang. Menjadi berbeda bukanlah satu kejahatan, apalagi dengan perbedaan itu akan membuat hidupmu nyaman dan lagi-lagi bisa memotivasi diri untuk membuat orang lain lebih nyaman dalam menjalani hidup.

Anakku…
Ayah dan ibumu ingin memberikan kebebasan berarti untukmu. Bebas dalam menentukan apa yang akan kau sukai, apa yang akan kau kerjakan, bebas dalam memilih pasangan hidupmu asalkan mempunyai arti dan bisa kau pertanggung jawabkan. Ayah tidak akan pernah memaksakan kehendak, karena ayah tahu seperti apa rasanya dan ayah selalu percaya bahwa komunikasi adalah jalan keluar terbaik dalam memecahkan satu masalah. Komunikasi juga mempunyai efek yang luar biasa besar dalam hidup berkeluarga ataupun bersosialisasi. Harmonis atau tidaknya sebuah keluarga ditentukan oleh rasa saling menyayangi, percaya, dan berkomunikasi dengan baik.

Anakku…
Lakukanlah apa yang membuat dirimu dan orang lain nyaman. Carilah pekerjaan yang bisa membuatmu mengenal banyak orang, bisa mengembangkan potensi dirimu, dan jangan pernah menganggap rendah pekerjaan orang lain. Hargai orang lain kalau kau ingin dihargai dan syukuri apa yang telah kau dapatkan.

Anakku…
Nikamtilah hidup yang sangat singkat ini, nikmati secara positif setiap detiknya. Tidak perlu tergesa-gesa seperti orang-orang di ibukota sana. Hidup ini permainan bukan perjuangan, permainan yang disutradai oleh Allah dan kita adalah pemain yang membuatnya menjadi ramai. Kasihan orang-orang yang menganggap hidup ini perjuangan, pasti sangat lelah menjalani hidup seperti itu. Bermain dan tertawalah selalu anakku…

Anakku…
Itu saja yang bisa dan ingin ayah sampaikan, semoga kau menjadi orang baik dan bermanfaat. Hargai, cintai, dan nikmatilah hidupmu.

Ingatlah ayah dan ibu selalu menyayangimu…
  

Senin, 30 Juli 2012

Sebelas Jebakan Kehidupan (LifeTraps)

Saya menyaksikan Kickandy episode Uniknya Profesiku dan tertarik dengan ilmu yang ditekuni oleh salah satu nara sumbernya, Bayu Ludvianto, serta 11 Life Traps atau jebakan kehidupan yang dibahasnya. Ilmu yang ditekuni Bayu Ludvianto sejak tahun 2004 itu bernama Grafologi atau Metode Analisa Tulisan Tangan. Dan inilah 11 jebakan kehidupan yang sering mengganggu kehidupan seseorang yang diperkenalkan oleh dua orang Cognitive therapist dari Amerika.

a. Abandonment
b. Mistrust/Abused
c. Emotional Deprivation
d. Social Exclusion
e. Dependence
f. Vulnerability
g. Defectiveness
h. Failure
i. Subjugation
j. Unrelenting Standards
K. Entitlement
Ø Abandonment
Merupakan jebakan kehidupan yang disebabkan oleh kurangnya rasa aman didalam keluarga sewaktu kecil. Kehilngan orang yang dicintai, baik iitu karena meninggal, pergi dari rumah, atau sering tidak ada dirumah adalah beberapa situasi yang menyebabkan seseorang merasa ditinggalkan atau dibuang. Seseorang dengan jebakan abandonment cenderung mempunyai kehidupan yang penuh dengan peristiwa dibuang karena orang tersebut merasa memang layak untuk ditinggal dan dibuang. Perasaan tidak aman dan tidak berharga selalu melingkupi seseorang dengan jebakan abandonment ini. Perilaku yang sering muncul saat dewasa adalah selalu mencari teman, selalu berusaha menunjukkan sikap baik pada orang lain meski orang lain itu telah bertindak buruk pada dirinya, dan yang paling tidak bagus adalah selalu memposisikan dirinya pada posisi dibuang, tidak penting, atau tidak berarti. Seseorang dengan jebakan abandonment parah justru bias semakin cinta ketika pasangan hidupnya melakukan petualangan cinta. Dia selalu memaafkan orang yang meninggalkan dirinya.
Ø Mitrust and Abuse
Merupakan jebakan kehidupan yang juka berkaitan dengan rasa aman dalam berkeluarga. Terlalu seringnya dibohongi atau dilecehkan semasa kecil menyebabkan seseorang tumbuh dengan rasa curiga, was-was, dan ketakutan yang luar biasa. Dalam pikiran seseorang dengan jebakan kehidupan jenis ini, orang lain selalu tidak bias dipercaya karena selalu ingin menyakiti, menipu, atau mengambil keuntungan dari dirinya. Selalu berasumsi buruk terhadap orang lain adalah cirri khas seseorang dengan jebakan kehidupan jenis ini.
Ø Dependence
Adalah jebakan kehidupan yang menyebabkan seseorang selalu merasa harus tergantung pada orang lain. Mengambil keputusan dan bertindak mandiri adalah dua hal yang paling susah dia lakukan dalam hidupnya. Selalu meminta pertimbangan orang lain atau bahkan mengikuti saja apa yang orang lain putuskan atau pikirkan adalah cirri khas seseorang dengan jebakan tipe ini. Selalu ragu-ragu, bingung, dan panic kalau harus membuat keputusan adalah penampakan luar dari oang tersebut. Jebakan ini umumnya terjadi karena dimasa kecil orang tersebut selalu di bawah “ketiak” orang tua. Semua keputusan (bahkan untuk hal kecil seperti memilih warna baju) selalu harus atas persetujuan oarng tua atau orang yang lebih tua. Orang tua overprotective dan otoriter adalah penyebab utama jebakan kehidupan dependence ini.
Ø Vulnerability
Atau rasa rapuh yang berlebihan akan menyebabkan seseorang merasa hidup di dunia yang penuh dengan masalah, ancaman, perang, bencana, dan penyakit. Seseorang dengan jebakan kehidupan semacam ini selalu ragu untuk keluar dari zona kenyamanannya. Keluar rumah atau pergi keluar kota bias sangat menakutkan, karena dia merasa seolah-olah seluruh dunia akan menghancurkannya. Dia merasa seluruh pencopet akan mencopet uangnya atau seluruh penyakit akan menyerang badanya. Sedikit rasa sakit pada bagian tubuh tertentu bias menyebabkan orang ini tidak tidur semalaman (atau bahkan berhari-hari) karena dia khawatir ini adalah tanda-tanda awal sebuah penyakit besar. Dia juga bahkan selalu was-was akan kondisi keuangannya, akan gempa bumi yang bias muncul setiap detiknya, ataupun akan munculnya seseorang yang sangat jahat saat seseorang mengetuk pintu rumahnya. Dunia adalah tempat yang penuh masalah, jebakan, dan tidak aman. Begitulah kira-kira keyakinan yang bersarang dalam diri seseorang dengan jebakan kehidupan vulnerability ini. Orang tua yang overprotective adalah penyebab utama jebakan kehidupan ini.
                        
Ø Emotional Deprivation
Adalah jebakan kehidupan yang diderita oleh orang-orang yang semasa kecilnya tidak mendapat kehangatan emosi dan cinta secara cukup. Orang tua yang dingin dan miskin cinta adalah penyebab utama munculnya jebakan emotional deprivation ini.jebakan ini berkaitan erat dengan koneksi emosi dengan orang lain. Merasa tidak dipedulikan tauapun merasa tidak satupun orang mengerti perasaannya adalah hal-hal yabg biasa ditemui pada seseorang dengan jebakan tipe ini. Karena kebiasaaan tidak dipedulikan, orangtersebut juga sering tidak mempedulikan orang lain, membangun hubungan dengan orang yang dingin dan cuek, atau sebaliknya berpetualang mencari “cinta” dan kehangatan. Seseorang yang sering berganti-ganti pasangan, berganti-ganti teman dekat, dan bahkan berganti-ganti pekerjaan bias diduga membawa jebakan kehidupan jenis ini dalam dirinya. Aku tidak penting, aku tidak layak untuk dicintai, dan aku tidak berharga adalah tiga keyakinan utama seseorang dengan jebakan tipe ini.
Ø Social Exclusion
Adalah kondisi dimana seseorang selalu merasa asing atau justru mengasingkan dirinya didalam pergaulan sosialnya. Dia merasa tidak diterima oleh kelompoknya karena merasa ada yang aneh atau berbeda dalam dirinya. Hal aneh atau berbeda itu bisa dalam bentuk keanehan fisiknya, cara bicaranya, perilaku berpikirnya, ataupun “kasta”nya. Jebakan kehidupan jenis ini umumnya disebabkan oleh ejekan atau penilaian buruk oleh orang lain, ataupun perlakuan yang menyakitkan oleh orang tua atau orang disekelilingnya. Berbagai perlakuan tersebut menyebabkan seseorang mengasingkan dirinya, tertutup, dan enggan membangun hubungan dengan orang lain. Keyakinan yang sering berkembang dalam pikirannya adalah aku buruk, aku aneh, aku tidak selevel, atau aku berbeda.
Ø Defectiveness
Muncul dalam bentuk harga diri yang rendah dan selalu merasa inferior disbanding orang lain. Serangan kritik yang bertubi-tubi saat masih kecil, perasaan tidak berharga, dan tidak dicintai adalah pangkal munculnya jebakan kehidupan defectiveness ini. Kesukaan untuk menyalahkan diri sendiri, ragu-ragu apakah ada orang yang menghargai dirinya, dan selalu merasa aka nada penolakan dari orang lain, adalah cirri-ciri penampakan luar dari adanya jebakan tipe ini dalam diri seseorang. Aku tidak berharga, aku tidak layak  dicintai, dan aku pantas ditolak adalah sebagian dari keyakinan seseorang dengan jebakan tipe ini.
Ø Failure
Adalah jebakan kehidupan dimana seseorang selalu merasa salah dan gagal dalam setiap aspek kehidupannya. Rasa percaya diri yang rendah adalah penampakan luar dari seseorang dengan jebakan kehidupan tipe ini. Tidak mampu mendapatkan nilai terbaik, tidak mampu melakukan sesutau yang baru, atau ragu-ragu dalam melakukan tindakan, adalah hal-hal yang bisa kita amati pada orang dengan dengan jebakan failure ini. Bagi orang tersebut, semua yang akan dilakukan atau bahkan telah dilakukan selalu merupakan sekumpulan kegagalan. Dan tidak bisa menghargai keberhasilan karena memang sejak sejak kecil selalu di cemooh, dianggap bodoh, dianggap tidak mampu, tidak terampil, ataupun malas. Saat dewasa, seseorang dengan jebakan ini selalu melebih-lebihkan kegagalannya dan malah bertidak aneh dengan melakukan upaya (meski sering tidak disadarinya) supaya apa yang dilakukannya itu gagal. Aku tidak mampu, aku selalu salah, aku adalah korban keadaan, aku tidak punya bakat, otakku tumpul, dan aku tidak bisa belajar, adalah sebagian keyakinan yang dimiliki seseorang dengan jebakan kehidupan tipe ini.
Ø Subjugation
Adalah jebakan yang menyebabkan seseorang selalu patuh dan menyenangkan orang lain. Jebakan yang disebabkan pengalaman masa kecil yang terlalu ditekan orang tua ini sangan melemahkan. Perasaan bersalah kalau mendahulukan kepentingan diri sendiri, membiarkan orang lain mengontrol kehidupannya, takut akan dihukum atau ditinggalkan jika tidak patuh, adalah penampakan luar dari seseorang dengan jebakan kehidupan tipe ini. Akibat jebakan ini, seseorang akan cenderung membina kehidupan (entah menikah atau bekerja) dengan orang yang suka mengontrol atau otoriter, dan selalu patuh pada apapun yang diperintah oleh orang tersebut. Bagi orang tersebut melawan atau berbeda pendapat adalah tabu dan tidak layak. Keyakinan utama yang ada pada orang dengan jebakan subjugation adalah orang lain lebih tau daripada aku, orang lain lebih benar, aku hanya terima kalau orang lain memandangku baik, perasaanku tidak penting, buahpikiranku tidak penting, pengorbanan adalah mulia, memikirkan diri sendiri adalah jahat dan buruk.
Ø Unrelenting Standards
Sering menimpa orang yang sewaktu kecilnyaterlalu ditekan untuk menjadi yang terbaik dan menjadi nomor satu dengan mengorbankan kebahagiaan dan kesenangan sebagai anak-anak. Orang tua yang memberikan standar tinggi (biasanya adalah standar dirinya) kepada anaknya menuntut anaknya untuk selalu memenuhi standar tersebut adalah penyebab munculnya jebakan tipe ini. Orang ini cenderung menekan dirinya secara berlebihan demi karir, uang, nama baik, kecantikan, dan keteraturan dengan mengorbankan kesehatan, kebahagiaan, kesenangan dan hubungan baik dengan orang-orang disekelilingnya. Dalam kamus kehidupan orang ini gagal adalah aib, dan hanya ketika menjadi yang paling baik dia bisa merasa diterima dan diakui. Yang menarik, orang tersebut tidak pernah merasa mencapai apa yang dikerjakannya. Didalam dirinya seakan-akan hanya ada satu petunjuk kehidupan : “Hidup adalah perjuangan, tidak ada cinta, tidak ada kebahagiaan.” Dengan jebakan ini seseorang akan menjadi overachiever. Hidupnya akan terasa hampa karena “diatas sana ternyata sepi dan tidak ada siapa-siapa”.
Ø Entitlement
Adalah jebakan kehidupan yang membuat seseorang merasa selalu berhak atas apapun yang dia inginkan. Dia selalu menginginkannya dengan cepat tanpa memedulikan situsasi dan kondisi di sekitarnya. Orang ini merasa berada diatas orang lain: bertutur kata, bertindak, dan menginginkan sesuatu dengan spontan tanpa peduli pada pendapat, pertimbangan, dan perasaan orang lain. Orang ini merasa dialah kaisar dari kehidupan ini dan merasa berhak untuk mendapatkan apapun yang diinginkan. Kemarahn yang meledak-ledak dan perilaku kasar pada orang lain sering ditunjukkan sebagai upaya untuk menunjukkan kekesalan karena apa yang dia inginkan tidak segera dipenuhi. Jebakan in berpangkal pada sikap orang tua (atau orang-orang dekat) yang terlalu memanjakkan. Seorang dengan jebakan entitlement mempunyai masalah besar dengan disiplin diri, aturan main social, dan perasaan serta pemikiran orang lain. Keyakinan yang umumnya berada dalam dirinya adalah : Aku berhak atas apapun yang aku mau, aku adalah orang yang khusus, orang lain harus patuh padaku, aku tau apa yang aku inginkan, orang lain tidak bisa dipercaya, aku harus dimengerti, aku merasa diterima saat orang lain patuh padaku, dan aku hanya berharga saat orang tunduk pada kemauanku.
 
sumber :http://ulfiarahmi.wordpress.com/2012/07/28/sebelas-jebakan-kehidupan-lifetraps/

Kamis, 26 Juli 2012

Tersiksa Kebaikan

Beberapa waktu yang lalu saat saya bekerja di sebuah majalah, saya pernah berbincang ringan dengan beberapa rekan. Waktu itu ada Nurul sang pengurus administrasi, Diah BOD bidang Finance, Awal Editor In Chief dan Mufti Riza si drummer handal, lloh?!.
Di hari itu kami membicarakan banyak hal, mulai dari majalah yang akan terbit, permasalahan di kantor, sampai tema-tema umum seputar kehidupan. Awal yang paling banyak bicara, karena memang beliau ini paling berpengalaman diantara orang yang ada di ruang itu. Awal kawan lama saya, di masa lalu dia adalah peniup terompet di salah satu band beraliran SKA di Bogor. Yang saya tahu, Awal yang dulu adalah pribadi yang menyenangkan, lucu, tetapi keras dan sering mengedepankan emosi (maapnya kang hehe) mungkin karena pengaruh lingkungan juga. Tetapi Awal yang sekarang adalah Awal yang bijaksana, baik, tegas, tetap menyenangkan, tetap setia kawan dan perhatian pada anak buahnya, dengan kata lain Awal berubah hampir 180 derajat. Apa yang bisa membuatnya berubah adalah Istri dan anaknya Gavin, setidaknya itu menurut pendapat pribadinya. Dulu, kata Awal, ada semacam ketakutan yang dirasakan untuk berkeluarga, takut kebebasan yang ada sejak lama hilang karena tuntutan keluarga barunya. Tapi ternyata sama saja, masih menurut Awal, dalam hidup, kita pasti membutuhkan kontroling, sebelum menikah, kontrol itu datang dari orang tua, setelah menikah dan mempunyai keluarga sendiri, kontrol itu datangnya dari istri dan anak. Jadi bisa disimpulkan, menikah tidak menghilangkan kebebasan, malah ada hal-hal positif yang terjadi pada diri seorang Awal setelah menikah. Salah satunya perubahan sikap itu.

Selain hal di atas, ada beberapa hal lain yang saya garis bawahi dari apa yang diutarakan Awal. Yaitu, “Manusia berubah menjadi pribadi yang berbeda karena situasi”, saya memperhatikan kalimat ini karena selama ini mind set saya tentang perubahan seorang manusia (dari kurang baik menjadi lebih baik tentunya) adalah di saat manusia tersebut terbentur masalah, ada juga sih yang dari kurang baik menjadi lebih berantakan. Dari pengalaman saya dan cerita hidup orang-orang yang saya kenal, biasanya orang merubah cara berpikir dan pola hidup mereka setelah dihadapkan pada satu masalah yang sulit untuk di selesaikan. Secara umum pemahaman itu tidak salah, karena manusia akan berpikir ulang tentang kapasitas dirinya disaat dia merasa lemah atau bingung. Tapi apa yang disampaikan Awal itu lebih luas maknanya dan membuka pikiran saya (mungkin saya terlalu bodoh karena baru menyadari hal itu), bahwa manusia bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik tidak hanya disaat ditimpa kesusahan, tapi kebaikan hati orang lain serta kebahagiaan yang dirasakanpun bisa berpengaruh positif terhadap diri seseorang. Atau bahkan situasi yang tidak berhubungan dengan dirinya sendiri pun bisa merubah segalanya. Ini artinya, manusia bisa belajar dari mana saja, dari siapa saja, dan kapan saja. Saya jadi teringat dengan kata-kata ibu Damayanti Bukhori, ‘Kita tidak boleh menganggap remeh sesuatu, bahkan hal yang paling kecil sekalipun. Kita harus selalu waspada dan memperhatikan apa yang terjadi di sekeliling kita, karena hal-hal yang menurut kita tidak penting bisa saja merupakan tanda-tanda dari Tuhan yang menunjukan jalan terbaik untuk kita’.
Kembali ke Awal, dia bilang manusia biasa tersiksa oleh kejahatan, tetapi ada juga disiksa oleh kebaikan. Contoh yang awal sampaikan adalah ketika dia berkunjung ke rumah teman yang sudah dekat denganya. Waktu itu awal makan bersama keluarga sang teman. Beberapa menit setelah makan bersama, ibu temanya itu mengeluarkan lagi makanan untuk cemilan, kemudian buah-buahan dan masih banyak lagi. “Gua dilema waktu itu, di satu sisi perut gua kenyang banget,nggak bisa nambah apa-apa lagi, tapi kalau gua nggak makan ibunya temen gw pasti marah, karena memang sifatnya seperti itu”. Cerita ini memang sedikit berbau humor, tapi menurut saya ada benarnya juga, kita bisa tersiksa oleh kebaikan seseorang. Walaupun sebenarnya bisa menolak secara halus dengan berbagai alasan yang selalu datang pada otak manusia. Kebaikan juga bisa membuat kita bingung, sedih, dan putus asa. Bingung dan sedih karena jarang mendapat kebaikan atau bingung dan sedih karena tidak punya cara untuk membalasnya. Akhirnya hal ini mungkin bisa membuat orang putus asa, berlebihan mungkin tapi kadang saya merasa seperti itu.
Menurut saya, tidak masalah putus asa selama berkorelasi dengan kebaikan dan tidak melakukan sesuatu yang negatif tentunya. Well, mungkin cara berpikir saya ini aneh tapi minimal anda akan suka kemudian memikirkan kalimat “Tersiksa oleh kebaikan” sama seperti saya.
Dan yang terpenting dari semuanya adalah kita harus bisa mengosongkan hati, hilangkan ego saat berbicara dengan orang lain atau orang lain berbicara pada kita maka insya allah berbagai macam ilmu akan bisa kita terima.
Sederhana tapi sulit.



My Quote

Ternyata, sekedar berbincang ringan (ngadu bako/ngabagong istilah saya dan para sahabat) dengan teman bisa membuat kita menciptakan atau berbuat sesuatu atau bahkan merubah pola pikir dan cara kita memandang hidup. Ini adalah kumpulan quote yang pernah saya buat yang terinspirasi dari berbagai kejadian dalam hidup, termasuk ngadu bako.

SUPPORT NGADU BAKO, CURHAT, & KUCING GARONG YANG DIBENCI IBU-IBU!!!!!!!

  1. Keberhasilan yang diraih melalui perjuangan dari nol terasa lebih nikmat daripada kesuksesan instan. Perjuangan itu memang terasa berat, melelahkan dan menyita waktu, tetapi apabila dilakukan dengan ikhlas, disertai pikiran ceria serta di selingi senyum dan tawa akan terasa menyenangkan. Bermain & tertawa untuk hidup kita.
  1. Kebersamaan ataupun kesendirian akan terasa indah dan menyenangkan apabila kita selalu berpikir bahagia. Tetaplah bermain & tertawa untuk hidup kita.
  1. Terbiasa kedinginan, tapi harus siap-siap kepanasan. Terbiasa duduk nyaman di singgasana, harus belajar duduk di atas batu kerikil. karena hidup terus berjalan, terus berputar, bersiaplah menerima perubahan, menghadapi kenyataan dengan bijaksana dan tentu dengan senyum di muka serta pikiran ceria di kepala. Boleh terbiasa dengan kebisingan,tapi tidak boleh terbiasa dengan kebusukkan.
  1. Kejenuhan melanda setiap orang,.keletihan pasti dirasakan. Bangunlah!Cintai harimu.nikmati aktivitasmu.ceriakan pikiranmu.lawan rasa bosan itu. Hidup ini cuma sekali. Tertawalah, berbuat baik lah, bermain & bersenang-senanglah.apapun yang terjadi.
  1. Berusaha itu penting, wajib malah. Tapi jangan lupa untuk bersenang-senang lalu tertawa. Jangan terpaku pada satu pola yang monoton. Buatlah variasi, warnailah hidup seperti murid taman kanak-kanak mewarnai gambarnya. Sepertinya hidup tidak lengkap dan terasa membosankan tanpa hal2 itu. Mari bermain & tertawa untuk hidup kita.
  1. Kesuksesan adalah hal penting, karena merupakan output dari segala usaha yang  dilakukan. Tapi jangan lupakan proses, karena dialah yang membuat semua menjadi nyata. Proses membentuk karakter & pola pikir seseorang, proses adalah pembelajaran. Tak akan ada kesuksesan tanpa proses. Tinggal bagaimana cara menyikapi proses tersebut. Fokus, berusaha sekuat mungkin, sabar, ikhlas dan jalani dengan tawa bahagia. Kesuksesan tanpa rasa bahagia?! NOTHING!!! Mari bermain & tertawa untuk kebahagiaan hidup kita..
  1. Percayalah, semua yang terjadi di dunia ini pasti mempunyai maksud dan tujuan. Jangan mengabaikan hal-hal kecil, karena mungkin itu adalah petunjuk dari Tuhan. Mari bermain & tertawa dengan tetap waspada, buka mata, telinga, pikiran dan hati untuk melihat tanda-tanda menuju tujuan akhir kita..kebahagiaan..

De Javu


Hijau dedaunan menemani hariku
Burung-burung ikut bernyanyi
Membentuk koor dan menyuarakan harmonisasi

Kawan-kawan seperjalanan menyiksaku dengan lebih dari satu cerita
Bukan tak ingin terbebani
Tapi aku iri..
Ingin seperti itu lagi
Meresapi pahitnya sebuah rasa
Yang ku benci tapi kadang ku merindukannya

Sejenak termenung diantara rindang pepohonan
Ditemani mimpi masa lalu
Menyesakan
Tapi diinginkan

Revolusi


Aku makan
Tapi hanya satu kali
Aku lapar
Karena makan satu kali
Aku tertawa
Tetap saja makan satu kali
Aku membaca
Makan tetap satu kali
Aku lemas
Karena makan hanya satu kali
Kasihan kau organ-organ di dalam tubuhku
Pasti menderita kekurangan nutrisi
Kasihan badanku
Pasti membutuhkan energi untuk menjalankan perintah tuannya
Kasihan otakku
Pasti sedang dilema
Berada diantara lapar dan bekerja
Aku makan
Satu kali dalam sehari
Satu minggu ini

Ketika Hujan


Anak-anak kecil menjerit ramai
Berlari dan bermain di bawah langit yang muram
Orang tua tertidur pulas
Warung kopi penuh sesak
Dijejali wajah-wajah sayu dan lelah

Tikus got bertamasya sekeluarga
Petani menghisap kawung sambil tertawa
Orang muda yang berencana, cemberut melipat muka

Sebagian makhluk senang riang gembira
Ada pula yang memaki tak bahagia

Ketika hujan…

Tanah basah, bunga merekah
Bau khas menusuk penciuman

Ketika hujan…

Suka cita mewarnai hari
Sumpah serapah bersatu mengisi dunia
Berbagai rasa bertemu di udara

Hujan…
Diharapkan, juga tak diinginkan
Jadi terdakwa di hadapan penderita
Pelipur lara para pemujanya